Karena semua apa dan siapa, dicipta bukan tanpa makna.
Showing posts with label video. Show all posts
Showing posts with label video. Show all posts

Saturday, July 14, 2012

reda(m) (opening)

Sebulan lebih yang lalu -masih awal bulan Juni-, malam-malam sembari baca buku, aku putar mp3 musikalisasi puisi-puisi SDD (Sapardi Djoko Damono) yang dibawakan oleh duet Ari dan Reda. Sajak yang begitu dalam makna disajikan dengan petikan gitar dan suara syahdu Reda menarikku untuk membuat sesuatu waktu itu. Ya karya-karya yang hebat, menurutku, tak hanya mengiringkan si penikmat untuk larut dalam buaian kata/nada/hasil cipta lainnya, tapi juga menggugah si penikmat untuk membuahkan karya lain dari pemaknaan karya tersebut, atau setidaknya mengantarkan ia untuk bertemu dan berpadu dengan sebuah ide lain.


Efek galau yang bisa saja dirasa saat itu (seperti biasa) yang akhirnya mendorongku untuk menghidupkan laptop dan membuat sebuah video dengan diiringi potongan-potongan beberapa musikalisasi puisi tersebut.


Diam, sebuah kata yang terlalu akrab dengan orang-orang yang acapkali ragu bertindak. Ya, meski harap memang bisa menjadi kekuatan yang hebat, jika saatnya tepat, tentu bukan setiap saat. Menarikku untuk menjadi bagian utama dari rangkai kata di video pembuka yang kuberi nama reda(m). Selintas kata reda, mengingatkan pada hujan dimana tahun lalu aku pernah membuat sebuah video Dialog Hujan. Aku pribadi tak meniatkan video ini menjadi sebuah kelanjutan/bagian ke-2 dari Dialog Hujan, meski isinya masih ada keterkaitan. Kalau pun musti dihubungkan, aku anggap ini sebagai Dialog Hujan 1.5 atau sekedar intermezzo.


Bercerita tentang Dialog Hujan, kembali menyentilku untuk kembali ingat bahwa aku pernah berencana membikin kelanjutan Dialog Hujan, sudah ada beberapa gambaran tentang kelanjutan, meski sampai sekarang aku belum juga membuatnya. Ah, memang kebiasaan untuk membiarkan ide-ide terlantar dan akhirnya tak diwujudkan. Begitu juga dengan video reda(m) ini yang setelah sebulan lebih berlalu dari video opening-nya, sampai sekarang belum ku lanjutkan untuk membikin bagian-bagian yang lain dan menyelesaikan. Dan sekarang, aku tetap saja memilih untuk berdiam.
"Dalam suatu ihwal, diam bukan sebaik-baik pilihan. Karena seberapa pun hebat, ia sekedar menenangkan, bukan menyelesaikan."

Saturday, April 7, 2012

When Will We Meet?

Ternyata aku belum mem-posting video "When Will We Meet?" di blogku. Padahal ini sudah kami (aku dan Indra) buat sekitar 4 bulan lalu! Tak begitu penting mungkin, tapi setidaknya menurutku dengan mem-posting dalam blog, meski hanya sekedar kata-kata pendek, dapat sebagai salah satu alat untuk melihat rekam-jejak apa yang kita pikirkan, rasakan, bayangkan pada saat itu. Ya, sudah cukup banyak hal-hal yang terlintas di benak untuk ditulis, sebagian sudah mulai diketik, tapi saat akan memulai/melanjutkannya, malas langsung melanda. Ditunda, ditunda, dan terus-menerus ditunda hingga lupa bahwa ide kita belum dituangkan dalam tulisan.


Video "When Will We Meet?" juga salah satunya. Awalnya aku sudah membuat draft untuk proses pembuatan, juga postingan saat video sudah jadi. Tapi, lagi-lagi itu hanya tertahan di dalam janin draft, dan sudah mulai basi dengan berjalannya waktu.

Kilas balik tentang video "When Will We Meet?", awalnya aku berencana untuk membuat video yang diadaptasi dari salah satu tulisan Indra berupa kumpulan-kumpulan slide gambar, yang diiringi dengan narasi tulisan tsb, serta disisipi potongan dari lagu I Knew I Loved You (Before I Met You) -yang kata penulisnya merupakan salah satu inspirasi dari tulisan tersebut-. Setelah ku bicarakan ke Indra, dia mengusulkan untuk membuat videonya, video sungguhan (bukan kumpulan slide gambar), dan dia menawarkan diri untuk jadi modelnya!


Dengan diskusi cukup singkat di salah satu cafe di daerah Sabang, dengan persiapan minim yang belum begitu matang, hari itu kami langsung melakukan perekaman video, dari siang hingga jelang petang, dengan satu model, satu kostum.

Selesai dibuat, aku masih merasa ada sesuatu yang belum tertuang dari tulisan tersebut -meski di bagian ending sudah kutambah sedikit adegan-. Ternyata teman-teman lain juga merasakan serupa setelah melihatnya. Video tersebut seperti menelan mentah tulisan Indra, ditambah dengan video yang belum begitu bercerita, juga ternyata begitu banyak tulisan narasi yang tersuguh disana. Cukup membuat capek saat melihatnya.


Meski begitu, dengan segala kekurangannya -karena ini juga kali pertama aku merekam video-, setidaknya kami sudah mencoba untuk menghadirkan sebuah tulisan dalam bentuk lain walau hasilnya masih belum maksimal.



Oh ya, ternyata aku masih punya 'hutang' ide-ide yang juga sampai saat ini belum aku tuangkan dalam sebuah bentuk video!

Video "When Will We Meet?" juga dapat dilihat di sini

Tuesday, November 15, 2011

Dialog Hujan (versi : video)



Setelah beberapa malam mengutak-atik dan beberapa kali ada perubahan ide, akhirnya selesai juga aku membuat video Dialog Hujan. Sebuah bentuk lain penyampaian ide dari salah satu tulisanku.


Tak berbeda jauh dengan versi tulisan, dalam video ini juga aku masih mencoba menceritakan tentang Aku, Kamu, dan Penantian. Di bagian akhir aku tambah satu lagi visualisasi chatting antara 'Aku' dan 'Kamu'. Mungkin itu adalah jawaban atas sebuah penantian.


Mungkin hasilnya masih belum maksimal, terutama untuk suara narator memang belum begitu jelas dan intonasinya juga kurang pas. Untuk transisi gambar di beberapa bagian juga masih kurang halus.


Video bisa juga langsung dilihat di sini

Selamat menyaksikan. Meski misalpun sedikit, semoga dapat memberi makna dan sangat diharapkan masukannya.

Monday, November 7, 2011

Dialog Hujan (Bagian : Hujan Bulan Juni)

Akhir pekan ini aku menyengaja melanjutkan bagian-bagian lain dari (semacam) visualisasi Dialog Hujan. Video chat ini diiringi dengan musikalisasi Hujan Bulan Juni - Sapadi Djoko Damono, tapi hanya aku ambil bait pertama karena pertimbangan durasi agar tidak terlalu lama.
Selamat memaknai, maaf jika kualitasnya masih biasa-biasa saja.