Kau ingat, saat aku mengibaratkanmu dengan hujan gerimis yang datang perlahan dan mampu menyejukkan? Sementara aku, laiknya persawahan, yang tak mewah dan seringkali mudah goyah.
Akhir pekan kemarin, saat aku pulang ke kampung halaman, mendadak ada keinginan untuk menyempatkan berjalan-jalan di pematang persawahan, menyesapi sisa hujan, sembari menikmati hijaunya padi dan beraneka tanaman.
Ada kesejukan dari sisa hujan, ada kerinduan saat dia telah menghilang. Tapi lihatlah, serangga-serangga itu kembali menggeliat, serangga-serangga itu kembali menapaki jejak. Ya, melanjutkan apa yang semestinya dilanjutkan, melanjutkan apa yang mungkin sempat terabaikan, melanjutkan apa yang memang telah digariskan Tuhan.
sendiri
meniti
hinggap
aku, kamu
bersama
simpang arah
menatap jarak
menjeda (r)asa
anjak
untuk gambar yang lebih lengkap, sila lihat di sini
Setelah beberapa malam mengutak-atik dan beberapa kali ada perubahan
ide,
akhirnya selesai juga aku membuat video Dialog Hujan. Sebuah bentuk lain
penyampaian ide dari salah satu tulisanku.
Tak
berbeda jauh dengan versi tulisan, dalam video ini juga aku masih mencoba
menceritakan tentang Aku, Kamu, dan Penantian. Di bagian akhir aku
tambah satu lagi visualisasi chatting antara 'Aku' dan 'Kamu'. Mungkin
itu adalah jawaban atas sebuah penantian.
Mungkin hasilnya masih belum maksimal, terutama untuk suara narator
memang belum begitu jelas dan intonasinya juga kurang pas. Untuk
transisi gambar di beberapa bagian juga masih kurang halus.
Akhir pekan ini aku menyengaja melanjutkan bagian-bagian lain dari (semacam) visualisasi Dialog Hujan. Video chat ini diiringi dengan musikalisasi Hujan Bulan Juni - Sapadi Djoko Damono, tapi hanya aku ambil bait pertama karena pertimbangan durasi agar tidak terlalu lama.
Selamat memaknai, maaf jika kualitasnya masih biasa-biasa saja.
Setelah 'iseng' bikin video bagian akhir dari Dialog Hujan, tadi malam nyoba bikin video untuk bagian pembuka, bagian chatting antara 'Aku' dan 'Kamu'.
Awalnya kebingungan juga untuk membuatnya, terutama untuk menampilkan
animasi typing saat chat. Setelah dapat saran dari beberapa teman,
akhirnya untuk efek typing aku pakai fasilitas di salah satu situs text generator
yang langsung membuatkan efek typing dari tulisan yang kita masukkan
dengan hasil format .gif. Karena gerakannya agak lambat, aku pakai Adobe Premiere CS5.5 untuk menambah kecepatan motion-nya.
Untuk pembuatan video-nya masih tetap
pake Adobe After Effect seperti saat pembuatan video sebelumnya, tapi sekarang pakai Adobe After Effect CS5.5.
Sepertinya ada cara bikin animasi chatting yang lebih simple, tapi aku belum tahu.
Terimakasih buat Mas Tommy, Om Ahmed, dan teman-teman lain atas sarannya.
Video ini menggunakan format VCD .mpeg. Masih bisa terbaca jika ditampilkan full screen, cuma agak blur.
Sebagai
penyaluran ide, penyaluran rasa iseng, penyaluran apa yang pekan
lalu sempat diajarkan pada diklat desain multimedia (padahal di kelas
aja beberapa kali kedapetan lagi tidur), ehm, juga.... yap,
sebagai penyaluran kegalauan, akhirnya kemarin ngutak-atik bikin
video ini. Video singkat dari potongan bagian akhir dari Dialog Hujan. Walau cuma berdurasi 40 detik, tapi karena masih terbatasnya kemampuan mengutak-atik video, maka cukup lama juga waktu yang ku habiskan untuk membuatnya.
Rencananya pengen mencoba (semacam) memvisualisasikan isi dari Dialog Hujan dari awal sampai akhir. Moga aja bisa selesai dan gak keburu malas.