*) pengambilan judul mirip dengan judul puisi Sapardi Djoko Damono (Hujan Bulan Juni) bukan dimaksudkan sebagai bentuk tak menghormati beliau, justru sebaliknya, beliaulah yang menginspirasi tulisan pendek ini, meski sangat sederhana dan tak banyak makna, saya pilih judul tersebut sekaligus sebagai bentuk kekaguman saya pada beliau.
Tuhan takkan kehabisan cara untuk menegur hamba-Nya; tak monoton dan tak terduga, pun jelas terasa maknanya dengan tak mengesampingkan lembut sapa-Nya.