Karena semua apa dan siapa, dicipta bukan tanpa makna.

Saturday, September 1, 2012

rel(ai)

serupa rel yg sejajar,
beriringan dan sejalan,
namun tak dapat dipersatukan.
kan tampak 'nuju titik temu,
namun semu.
gambar diambil dari sini

 

dua doa

mungkin narasi doa kita tak sama,
tapi semoga,
maksud kita (ber)sama.
 gambar diambil dari sini

Sunday, August 12, 2012

raih

kita memang diberi kesempatan tuk memilih;
tapi tak selalu,
kita diberi wenang tuk meraih.

gambar diambil dari sini

se(kali )lagi

selagi ada waktu;
karena esok, lusa, kita tak tahu.

gambar diambi dari sini


Saturday, July 14, 2012

dalih terang

Bagaimana bisa ku berdalih terang mentari temaniku,
sementara sendu hujan erat mengungkungmu.
Padahal kita, masih di naungan langit yang satu,
rindu.

reda(m) (opening)

Sebulan lebih yang lalu -masih awal bulan Juni-, malam-malam sembari baca buku, aku putar mp3 musikalisasi puisi-puisi SDD (Sapardi Djoko Damono) yang dibawakan oleh duet Ari dan Reda. Sajak yang begitu dalam makna disajikan dengan petikan gitar dan suara syahdu Reda menarikku untuk membuat sesuatu waktu itu. Ya karya-karya yang hebat, menurutku, tak hanya mengiringkan si penikmat untuk larut dalam buaian kata/nada/hasil cipta lainnya, tapi juga menggugah si penikmat untuk membuahkan karya lain dari pemaknaan karya tersebut, atau setidaknya mengantarkan ia untuk bertemu dan berpadu dengan sebuah ide lain.


Efek galau yang bisa saja dirasa saat itu (seperti biasa) yang akhirnya mendorongku untuk menghidupkan laptop dan membuat sebuah video dengan diiringi potongan-potongan beberapa musikalisasi puisi tersebut.


Diam, sebuah kata yang terlalu akrab dengan orang-orang yang acapkali ragu bertindak. Ya, meski harap memang bisa menjadi kekuatan yang hebat, jika saatnya tepat, tentu bukan setiap saat. Menarikku untuk menjadi bagian utama dari rangkai kata di video pembuka yang kuberi nama reda(m). Selintas kata reda, mengingatkan pada hujan dimana tahun lalu aku pernah membuat sebuah video Dialog Hujan. Aku pribadi tak meniatkan video ini menjadi sebuah kelanjutan/bagian ke-2 dari Dialog Hujan, meski isinya masih ada keterkaitan. Kalau pun musti dihubungkan, aku anggap ini sebagai Dialog Hujan 1.5 atau sekedar intermezzo.


Bercerita tentang Dialog Hujan, kembali menyentilku untuk kembali ingat bahwa aku pernah berencana membikin kelanjutan Dialog Hujan, sudah ada beberapa gambaran tentang kelanjutan, meski sampai sekarang aku belum juga membuatnya. Ah, memang kebiasaan untuk membiarkan ide-ide terlantar dan akhirnya tak diwujudkan. Begitu juga dengan video reda(m) ini yang setelah sebulan lebih berlalu dari video opening-nya, sampai sekarang belum ku lanjutkan untuk membikin bagian-bagian yang lain dan menyelesaikan. Dan sekarang, aku tetap saja memilih untuk berdiam.
"Dalam suatu ihwal, diam bukan sebaik-baik pilihan. Karena seberapa pun hebat, ia sekedar menenangkan, bukan menyelesaikan."

Wednesday, July 4, 2012

Harap (tak) Tenang

Tak jarang
pengharapan
menyeret kita
pada suatu keadaan
yang membikin gagal
untuk menikmati
sebuah perjalanan.


gambar diambil dari sini

pen-jara-k-an

Jangan penjarakan Ilah dalam tempat ibadah!
Jangan penjarakan iman dalam bulan Ramadhan!

gambar diambil dari sini

Thursday, May 24, 2012

Ken(d)ali Diri

Ada saatnya, kita cukup dalam posisi mengerti
bahwa seseorang yang istimewa sedang berbahagia
entah dengan siapa
tapi bukan kita


Ya, tak mengapa,
setidaknya tak mencederai,
mengukuhi,
memutuskan kali ini,
pun untuk nanti,
pun untuk bukti,
diri miliki kendali
hati.
 gambar diambil dari sini

Wednesday, May 9, 2012

reali(e)ty

kebohongan,
isyarat ketakma(mp)uan kita
menghadapi
kenyataan